Subscribe to Our Newsletter ! Free and No SPAM !

Mertua Idola dan Menantu Idola

logoblog

Kira-kira apa yang teman-teman pikir dari judul di atas?


  • Apakah Mertua Idola menurut kalian adalah:
  • Seseorang yang bisa memahami kita?
  • Seseorang membela kita disaat bertengkar dengan suami
  • Seseorang memanjakan kita sehari-hari
  • Seseorang menganggap dan memperlakukan kita sebagai anaknya
  • Seseorang bisa diandalkan setiap saat
  • Seseorang yang tidak cerewet tentang hubungan kita dengan suami


Lah, dikiranya Mertua itu Superhero yang tidak punya kelemahan?

Yuk, mari kita menyamakan persepsi dulu arti dari Mertua


Mertua Idola dan Menantu Idola

Menurut KBBI, Mertua adalah orang tua istri (suami).

Kalau dari Wikipedia, Mertua adalah sebutan dalam hubungan/sistem kekerabatan yang merunjuk pada orang tua istri atau suami. Selain merujuk pada ayah mertua dan ibu mertua juga dapat merujuk pada kakek atau nenek mertua. Lawan dari kata mertua adalah menantu.

Mertua adalah orangtua setelah kita menikah. Mertua juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, ada dua hal yang bisa kita lakukan:

1. Diam, saat emosi muncul dalam permasalahan


Disaat kita emosi, lebih baik diam. Disaat kita tak mampu berbicara dengan baik lebih baik diam. Karena kondisi-kondisi tersebut dapat membuat permasalahan semakin runyam. Tidak ada yang mau kan kalau rumah tangganya jadi tercerai berai karena masalah mertua dan menantu?

Kalau sampai berselisih paham berkepanjangan, efeknya adalah kualitas pada hubungan kita dan pasangan.  Kalau sudah demikian kita harus mencari cara untuk membuatmu bertahan saat pernikahan di ujung perceraian.

Jika dalam keseharian saja kita menjadi orang yang diam saja tentu tidak nyaman, kita perlu belajar mengelola emosi kita. Barulah kita berbicara. Simak lanjutannya ya.

2. Berkomunikasi efektif


Komunikasi efektif adalah pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan. Pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan (sumber: wikipedia).

Kita menyampaikan di saat keadaan sudah santai. Hal yang kita sampaikan adaah bukan menyalahkan, namun menjelaskan hal yang menjadi niatan baik kita. Penyampaiannya pun harus dengan kalimat sebaik mungkin agar mertua tidak tersinggung, bahkan kalau bisa di lakukan saat sedang bercanda.

Sama halnya dengan kita memperlakukan kedua orang tua kita, kita harus menghormati mereka, bila mereka punya salah, kita tidak boleh frontal menyalahkan beliau. Yakin deh, kesalahan yang mereka lakukan tidak sebanyak kita melakukan kesalahan kepada mereka.

Kita dapat memberikan contoh atau tauladan pada mereka dengan sikap dan perbuatan, bukan dengan menasehati mereka.

Saat kamu mampu menjadi sahabat bagi kedua orang tua pasanganmu, itu tandanya kamu telah menjadi “Menantu Idola.” Saat itu juga teman-teman akan mendapatkan tempat terbaik di mata pasanganmu.

Siapa yang tidak suka pasangan hidupnya menjadi sahabat bagi kedua orang tuanya?

Saat kau menjadi sahabat, kau mampu meluluhkan hatinya. Ia pun akan berusaha sebaik mungkin agar bisa klop denganmu. Disaat itu, mertuamu akan menjadi “Mertua idola” di mata orang-orang sekelilingmu.

Salam hangat,

Dewi Adikara.

Profil Penulis :

Dewi Adikara

Seorang blogger juga wiraswasta di Surabaya. Ia memiliki karya buku Antologi: Rindu Terkembang menjadi Doa, Cinta 25+. Saat ini dia sebagai penanggung jawab dari buku Antologi “the Jungkir Balik Moments” dan “Cerita si Gadis.”

Instagram: @melani_pryta_dewi dan galeri fotonya ada di @dewi_adikara
Facebook: Melani Pimpom Pryta Dewi
Blog: www.sahabatblogger.com