Yakin Sudah Bisa Menghargai Diri Sendiri? Sudah Melakukan 7 Cara Sederhana Ini? Kalau Belum Segera Praktekkan

3 min read

Sebagai sesama ciptaan Tuhan, kita diwajibkan untuk saling menghargai satu sama lain.

Yakin Sudah Bisa Menghargai Diri Sendiri? Sudah Melakukan 7 Cara Sederhana Ini? Kalau Belum Segera Praktekkan

Tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan, tumbuhan, bahkan lingkungan.

Eiitss, ada satu lagi nih yang tidak boleh ketinggalan, hayo kalian tahu tidak apa? Bener banget, kita juga harus bisa menghargai diri sendiri ya.

Sayangnya, banyak dari kita yang lupa dengan hal satu ini.

Padahal, menghargai diri sendiri itu juga penting loh.

Bahkan menghargai diri sendiri sebenarnya adalah hal mendasar yang harus kamu lakukan sebelum belajar menghargai ciptaan Tuhan lainnya.

Menghargai diri sendiri juga tidak sulit kok.

Sebagai bukti bahwa kamu sudah menghargai diri sendiri, kamu bisa coba lakukan beberapa hal sederhana berikut ini.

1. Jaga agar pakaianmu tetap rapi

Jaga agar pakaianmu tetap rapi

Memang sih ada yang yang mengatakan, “Don’t judge a book from a cover!” Memang tidak semua hal bisa dinilai dari penampilan.

Tapi faktanya tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa penampilan merupakan cerminan dari kepribadian seseorang.

Sebagai seseorang yang bisa menghargai diri sendiri, kamu harus bisa menghindarkan dirimu dari penilaian-penilaian negatif.

Salah satunya penilaian yang berkaitan dengan penampilan.

Caranya adalah dengan mengenakan baju yang pantas dan sopan.

Selain itu, kamu juga harus bisa membedakan kapan harus berpakaian formal dan kapan harus casual.

Nah, dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi nyinyiran orang-orang sekitar.

2. Pakaian sudah rapi nih. Sekarang waktunya menata pembawaan diri

Pakaian sudah rapi nih. Sekarang waktunya menata pembawaan diri

Tidak hanya dari cara berpenampilan, seseorang juga bisa mendapat nilai buruk ketika dia tidak bisa menjaga sikap dan lisan.

Contoh yang paling sederhana adalah ketika kamu sedang makan di tempat umum dengan teman-temanmu dan kalian bercanda berlebihan sampai membuat kegaduhan.

Yakin pengunjung lain akan respect sama kamu?

Sudah pasti kamu dan teman-temanmu akan menjadi pusat perhatian.

Tapi bukan karena hal baik loh ya. Mereka memperhatikan kalian karena merasa terganggu dan risih.

Kalau sudah seperti ini, mereka pasti akan beranggapan bahwa kamu adalah anak yang tidak tau aturan. Well, poin minus lagi kan?

Masih sama dengan yang sebelumnya, menghargai diri sendiri berarti tidak membiarkan orang lain memberi nilai buruk kepada kita.

Untuk itu, pandai-pandailah dalam menjaga sikap dan tutur kata.

3. Sudah menjaga penampilan, sudah menjaga sikap dan tutur kata, sekarang harus memperhatikan lingkungannya juga

Sudah menjaga penampilan, sudah menjaga sikap dan tutur kata, sekarang harus memperhatikan lingkungannya juga

Masih seputar menghargai diri sendiri dengan tidak membiarkannya “teraniaya”.

Tahukah kamu, lingkungan pertemanan juga bisa dijadikan acuan untuk menilai kepribadian seseorang.

Ketika kamu berkumpul dengan orang-orang yang buruk, maka nama baikmu juga akan ikut buruk, begitu juga sebaliknya.

Teman adalah orang terdekat kedua setelah keluarga.

Kadang kita justru lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman daripada dengan keluarga.

Nah, hal inilah yang selanjutnya akan memunculkan kebiasaan-kebiasaan dan kesamaan sifat dan sikap antara kita dan teman kita.

Karena itu, pastikan memilih lingkungan pertemanan yang baik, yang bisa memunculkan kebiasaan-kebiasaan baik.

Memang ada yang bilang, kita tidak boleh pilih-pilih teman.

Tapi, tidak mau kan dapat penilaian buruk karena salah milih teman?

4. Kalau kamu menghargainya, jangan membuatnya tersiksa karena sakit hati ya!

Kalau kamu menghargainya, jangan membuatnya tersiksa karena sakit hati ya!

Hayo, siapa yang kalau ngambek suka mogok makan?

Tahu tidak sih, mogok makan termasuk sikap tidak menghargai diri sendiri karena termasuk sikap yang membawa kerugian.

Kalau kamu mau menghargai diri sendiri, kamu tidak boleh menyiksanya.

Menyiksa diri itu bukan hanya soal fisik, tapi bisa juga soal perasaan.

Nah yang atas itu salah satu contoh menyiksa diri secara lahir.

Sedangkan salah satu contoh menyiksa diri secara batin adalah mengunci diri ketika sedang bersedih hati.

Mengunci diri akan membuat suasana hati semakin buruk.

Dengan menjauhkan diri dari orang lain, kamu akan membuat dirimu semakin kesepian dan sakit hati. Kamu jangan seperti itu ya.

Ketika kamu merasa sedih atau kecewa karena suatu hal, ada baiknya kamu berusaha menghibur diri atau bercerita kepada orang yang kamu percaya.

Dengan begitu, beban sedihmu bisa berkurang dan kamu bisa lebih tenang.

5. Tidak hanya menjauhkan diri dari rasa sakit sakit hati, jauhkan juga dari sakit-sakit lainnya

Tidak hanya menjauhkan diri dari rasa sakit sakit hati, jauhkan juga dari sakit-sakit lainnya

Cara yang satu ini tidak kalah penting, diri kita terdiri dari jiwa dan raga.

Sebagai tanda kita menghargai diri sendiri, kita harus bisa menjaga keduanya.

Nah, kalau di tips sebelumnya sudah dibahas cara menghargai jiwa kita.

Sekarang adalah cara menghargai raganya. Tahu tidak gimana caranya?

Yup, dengan tidak melakukan tindakan-tindakan buruk yang menyebabkan kerugian fisik dan kesehatan.

Diantaranya adalah dengan tidak menggunakan obat-obatan terlarang, mengonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga, merawat dan menjaga setiap inci dari tubuh kita.

6. Seperti halnya seorang pekerja, tubuhmu juga butuh upah sebagai bayarannya

Seperti halnya seorang pekerja, tubuhmu juga butuh upah sebagai bayarannya

Sebagai rasa terima kasih kepada diri sendiri, tidak ada salahnya kok memberikan hadiah. Terdengar aneh ya? Tidak juga kok.

Pernah tidak kamu mikir seberapa capeknya badan kamu setelah kamu ajak bekerja forsir setiap hari?

Nah, walaupun badanmu tidak teriak-teriak, tapi dia juga memberikan sinyal tentang keadaannya.

Misalnya dengan menjadi lemah, mulai sakit, merasa lebih, dan lain-lain.

Nah sebagai ungkapan terima kasih karena tubuhmu sudah mau bekerja sama dan menopang kehidupanmu selama ini, kamu bisa memberikan hadiah kepadanya.

Salah satu caranya adalah dengan mengajaknya ke tempat spa.

Dengan relaksasi jenis ini dapat membuat tubuhmu lebih relaks dan pikiran menjadi lebih tenang.

7. Rekreasi bisa digunakan sebagai solusi untuk menghibur diri

Rekreasi bisa digunakan sebagai solusi untuk menghibur diri

Dijaman yang serba mudah ini, kamu tidak perlu bingung-bingung menghibur diri.

Kamu bisa menghibur diri dengan cara rekreasi.

Ada banyak tempat rekreasi  yang bisa kamu liat di internet.

Nah, hargai diri kamu dengan mengajaknya rekreasi ke tempat menarik tersebut.

Tidak perlu takut nyasar. Sekarang kita bisa dengan mudah menggunakan aplikasi map yang ada di HP.

Dan, tidak harus datang ke tempat mahal.

Kamu bisa berekreasi ke taman dekat rumah atau ke cafe tempat nongkrong dan berkumpul dengan teman-teman.

Dijamin fikiranmu akan tambah fresh dan tidak sakit hati lagi.

Dari tujuh hal di atas, mana aja nih yang udah kamu lakukan?

Ingat ya guys, menghargai diri sendiri merupakan wujud dari pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab kita kepada diri dan kepada Tuhan.

Mulai sekarang jangan hanya fokus untuk menghargai orang lain ya.

Diri sendiri juga sebuah aset yang sangat berharga.

Hilangkan Pikiran Negatifmu, Mereka Tak Ada Gunanya

Tak perlu dikatakan lagi bahwasanya pikiran positif dan negatif kita mempengaruhi semua aspek dalam hidup kita. Pikiran negatif dapat memperlambat pekerjaan dan juga tujuan...
Channel Bunda
3 min read

Untukmu yang Sedang Merasakan Kegagalan, Berikut 9 Cara Berpikir…

Kegagalan bisa jadi momok terbesar bagi sebagian orang. Tidak jarang, kegagalan bisa berujung pada keputusasaan dan bahkan kematian. Serem ya? Tenang kawan, sebenarnya kamu...
Channel Bunda
3 min read

Ingin Jadi Orang Sukses Dalam Segala Hal? Berikut Tips…

Sukses merupakan harapan setiap orang, namun demikian, sukses merupakan suatu hal yang tidak mudah untuk didapatkan. Perlu perjuangan dan kerja keras untuk mencapai sebuah...
Channel Bunda
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *